Tampilkan postingan dengan label Lombok-NTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok-NTB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Desember 2010

Pendakian Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 m dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur. Secara administratif gunung ini berada dalam wilayah tiga kabupaten: Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.
Di sebelah barat kerucut Rinjani terdapat kaldera dengan luas sekitar 3.500 m × 4.800 m, memanjang kearah timur anda barat. Di kaldera ini terdapat Segara Anak  (segara= laut, danau) seluas 11.000.000 m persegi dengan kedalaman 230 m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Di Segara Anak banyak terdapat ikan mas dan mujair sehingga sering digunakan untuk memancing. Bagian selatan danau ini disebut dengan Segara Endut.
Gunung Rinjani memiliki panaroma paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, juga wisatawan mancanegara.Suhu udara rata-rata sekitar 20 °C; terendah 12 °C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Selain puncak, tempat yang sering dikunjungi adalah Segara Anakan, sebuah danau terletak di ketinggian 2.000m dpl.     
 
Jalur Pendakian Gunung Rinjani
Jalur Sembalun
Kebanyakan pendaki memulai pendakian dari rute Sembalun dan mengakhiri pendakian di senaru, karena bisa menghemat 700m ketinggian. Rute yang dilalui adalah gerbang sembalun lawang - pelawangan sembalun-puncak rinjani memakan waktu 9 - 10 jam. Jalur ini sangat dramatis dan mengesankan trail wisata yang anda lalui merupakan padang savana dan punggung gunung yang berliku-liku dengan jurang disebelah kiri dan kanan jalur.    
Dibandingkan jalur senaru, jalur pendakian ini tidak terlalu curam, namun karena didominasi oleh padang savana menjadikan perjalanan anda bermandikan peluh oleh teriknya matahari yang menyengat, namun semua itu akan sirna saat anda dibuat terpana oleh indahnya pemandangan padang dan hutan yang luas sepanjang lembah-lembah nan hijau disebelah timur Gunung Rinjani, bahkan mata anda akan dimanjakan oleh indahnya selat Alas dan Pulau Sumbawa di kejauhan. Setelah tiba di puncak Rinjani anda bisa beristirahat sejenak sembari menikmati panorama alam dan berbangga diri telah menginjakkan kaki disalah satu kaki langit di Indonesia serta menimbulkan rasa kekaguman akan ciptaan Tuhan.    
 
Jalur Senaru
Rute Senaru berupa tanjakan tanpa jeda, tetapi cuaca lembut karena melalui hutan. Jalur ini sering dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat/keagamaan di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak.Dari kedua lokasi ini membutuhkan waktu jalan kaki sekitar 7 jam menuju bibir punggungan di ketinggian 2.641m dpl (tiba di Plawangan Senaru ataupun Plawangan Sembalun). Di tempat ini pemandangan ke arah danau, maupun ke arah luar sangat bagus. Dari Plawangan Senaru (jika naik dari arah Senaru) turun ke danau melalui dinding curam ke ketinggian 2.000 mdpl) yang bisa ditempuh dalam 2 jam. Di danau kita bisa berkemah, mancing (Carper, Mujair) yang banyak sekali. Penduduk Lombok mempunyai tradisi berkunjung ke segara anakan utk berendam di kolam air panas dan mancing.   


Selain Jalur Sembalun dan Senaru juga masih ada jalur Torean, akan tetapi jalur ini tidak seramai kedua jalur tersebut. 
 
Untuk mencapai puncak (dari arah danau) harus berjalan kaki mendaki dinding sebelah barat setinggi 700m dan menaiki punggungan setinggi 1.000m yang ditempuh dlm 2 tahap 3 jam dan 4 jam. Tahap pertama menuju Plawangan Sembalun, camp terakhir untuk menunggu pagi hari. Summit attack biasa dilakukan pada jam 3 dinihari untuk mencari momen indah - matahari terbit di puncak Rinjani. Perjalanan menuju Puncak tergolong lumayan; karena meniti di bibir kawah dengan margin safety yang pas-pasan. Medan pasir, batu, tanah. 200 meter ketinggian terakhir harus ditempuh dengan susah payah, karena satu langkah maju diikuti setengah langkah turun (terperosok batuan kerikil). Buat highlander - ini tempat yang paling menantang dan disukai karena beratnya medan terbayar dgn pemandangan alamnya yang indah. Gunung Agung di Bali, Gunung Ijen-Merapi di Banyuwangi dan Gunung Tambora di Sumbawa terlihat jelas saat cuaca bagus di pagi hari. Untuk mendaki Rinjani tidak diperlukan alat bantu, cukup stamina, kesabaran dan passion.
 
Gunung Rinjani menyimpan sejumlah mitos atau misteri. Salah satunya adalah Dewi Anjani. Dewi Anjani konon adalah keturunan langsung Raja Selaparang hasil dari pernikahan sang Raja dengan mahkluk halus yang bermukim di gunung Rinjani ketika beliau memohon hujan untuk daerahnya karena kekeringan panjang yang melanda kerajaan Selaparang pada masa itu. Karena itulah sampai saat ini masyarakat suku Sasak dan Hindu Dharma di pulau Lombok sering melakukan ritual Mulang Pekelem yaitu ritual memohon hujan kepada Dewi Anjani dengan memberikan sesembahan berupa lempengan emas yang berbentuk segala macam mahkluk air dengan cara ditenggelamkan ke danau Segara Anak.   
 
Etika pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani
  1. Pendaki/Pengunjung harus melapor ijin pada Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani di Jalan Arya Bajar Getas Lingkar Selatan Kota Telp (0370) 6608874 Mataram, atau Pada Pos  Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani terdekat dengan membawa/menunjukkan kartu identitas / KTP serta Surat Keterangan Sehat dari Dokter.
  2. Bagi Pendaki/Pengunjung dengan tujuan penelitian, pendidikan dan rombongan harus membawa surat jalan dari organisasi/sekolah/instansi yang bersangkutan.
  3. Pendaki disarankan membawa penunjuk jalan yang sudah berpengalaman
  4. Pendaki/Pengunjung hendaknya membawa perlengkapan/perbekalan secukupnya serta membawa  kembali sampah dan organik keluar kawasan Taman Nasional.
  5. Pendaki/Pengunjung diperbolehkan mendaki pada bulan April s/d November dan disarankan tidak melakukan pendakian pada bulan Desember s/d Maret terkecuali ada izin khusus dari Balai Taman  Nasional Gunung Rinjani.
  6. Selama Berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani diperhatikan beberapa hal antara lain: Dilarang mengambil tumbuhan, binatang, barang-barang dan mencoret-coret/perusakan terhadap pohon/bangunan/batuan yang berada dalam   kawasan. Dirikanlah tenda pada tempat-tempat yang telah diditentukan, Penggunaan api dibatasi pada tempat-tempat tertentu untuk mencegah terjadinya kebakaran dan sebelum meninggalkan Kawasan diwajibkan mengumpulkan sampah dan membawa pulang keluar  Kawasan TNGR
  7. Setelah Selesai melakukan pendakian agar melapor kembali ke Pos pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani terdekat atau Kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
sumber: 
Balai taman Nasional Gunung Rinjani
Wikipedia-Gunung Rinjani
Tempat wisata menarik di Lombok : Gilitrawangan, Pantai Senggigi Artikel pendakian yang lain :  Gunung Semeru,  Leuser-Aceh dan Gunung Merapi 

Read More..

Jumat, 10 Desember 2010

Gili Trawangan

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok, pulau lainnya yaitu Gili Menu dan Gili Air. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan dengan panjang 3 km dan lebar 2 km. Trawangan punya nuansa meriah lebih daripada Gili Meno dan Gili Air, karena banyaknya pesta sepanjang malam yang setiap malamnya dirotasi acaranya di beberapa tempat keramaian. Aktivitas yang populer dilakukan para wisatawan di wisata Trawangan adalah scuba diving (dengan sertifikasi PADI), snorkeling (di pantai sebelah timur laut), bermain kayak, dan berselancar. Ada juga beberapa tempat bagi para wisatawan belajar berkuda mengelilingi pulau.
 
Di Gili Trawangan (begitu juga di dua gili yang lain), tidak terdapat kendaraan bermotor, karena tidak diizinkan oleh aturan lokal. Sarana transportasi yang lazim adalah sepeda (disewakan oleh masyarakat setempat untuk para wisatawan) dan cidomo, kereta kuda sederhana yang umum dijumpai di Lombok. Untuk bepergian ke dan dari ketiga gili itu, penduduk biasanya menggunakan kapal bermotor dan speedboat.

Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.

Gilitrawangan baru dikembangkan menjadi obyek wisata pada era 1980-an. Ciri khas obyek pariwisata disini adalah wisata bahari dengan pantai dan taman bawah laut.Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Seni & Budaya Lombok Barat, setiap tahunnya Gilitrawangan dikunjungi tidak kurang dari 40 ribu wisatawan. Pesona Gilitrawangan tidak hanya pada keindahan pantai dan taman bawah lautnya, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari warganya, yang hampir seluruhnya beragama Islam. Penduduknya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 346 keluarga atau 1.500 jiwa.Penduduk Gilitrawangan yang sebagian besar Suku Sasak dan Bugis memegang teguh aturan Awing-awing,seperti tidak boleh ada kendaraan bermotor.

Dalam mengembangkan Gilitrawangan sebagai daerah tujuan wisata, pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengambil kebijakan pengembangan berbasis masyarakat.Hanya investor lokal yang diperkenankan membuka usaha disini, dan semua tempat penginapan berbentuk cottage kelas melati. Tidak boleh ada hotel berbintang.Jumlah kamar penginapan yang tersedia sekitar 700 kamar dengan tarif per malam bervariasi antara 35 ribu hingga satu juta rupiah.Setiap cottage di tempat ini menawarkan peralatan menyelam snorkeling untuk melihat pemandangan taman laut di pinggir pantai.Selain itu juga tersedia peralatan diving atau menyelam di laut dalam. Bagi penggemar snorkeling dan diving, Gilitrawangan merupakan surga. Seperti diakui Lynn Van Den Bosch, wisatawan asal Belanda.Gilitrawangan memang merupakan surga bagi wisatawan yang hobi menyelam. Karena itu, tak heran, bila pulau ini tidak pernah sepi dari wisatawan. 
sumber: wikipedia dan helmiazahari.blogspot
Tempat wisata populer yang lain : Pantai Senggigi, Pendakian Gunung Rinjani

Read More..

Kamis, 09 Desember 2010

Pantai Senggigi

Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling  sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.
Keindahan Pantai Senggigi terletak pada saat matahari terbenam. Suasana sunset yang amat erotis memanjakan mata kita yang berkunjung kesana. Sunset dengan latar belakang Gunung Agung Bali memberikan sedikit suasana yang mistis dan menggairahkan. Disamping pantai yang bersih dengan pasir putih, beberapa peselancar juga memanjakan diri mereka di area tanjung yang berbentuk siput ini.

Pura Batu Bolong
Sekitar setengah jam dengan berjalan kaki, para wisatawan dapat menjumpai Batu Bolong di pantai ini. Ini adalah sebuah pura yang dibangun di atas karang yang terletak di tepi pantai. Menurut legenda masyarakat setempat dahulu kala sering diadakan pengorbanan seorang perawan untuk dimakankan kepada ikan hiu di tempat ini. Legenda lain mengatakan dahulu banyak para wanita yang menerjunkan diri dari tempat ini ke laut karena patah hati. Dari tempat ini juga terlihat Gunung Agung di Pulau Bali.

Batu Layar
Tidak jauh dari Batu Bolong terdapat makam seorang ulama. Ini merupakan tempat suci bagi para penganut Wetu Telu. Batu Layar ramai di kunjungi pada saat " Lebaran Ketupat " yang merupakan lebaran bagi orang yang berpuasa 1 minggu setelah lebaran Idul Fitri. 
sumber: wikipedia, lomboklink.com
Tempat wisata bagus lain di Lombok adalah Gili Trawangan

Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...