Tampilkan postingan dengan label Sul- Tenggara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sul- Tenggara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Desember 2010

Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Benteng peninggalan Kesultanan Buton tersebut dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Banyak obyek menarik di dalam benteng Keraton Wolio itu. Di sana ada batu Wolio, batu popaua, masjid agung,makam Kaimuddin (Sultan Buton pertama), Istana Badia, dan meriam-meriam kuno.

Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur. Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki  panjang keliling 2.740 meter. Benteng Keraton Buton juga mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan september 2006 sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektar. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara.
Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian,suatu pemandangan yang cukup menakjukkan. 

















sumber:
wikipedia-bentengbuton
buton.web.id
panoramio.com

Read More..

Kamis, 16 Desember 2010

Pantai Nirwana

Pantai Nirwana sebuah kawasan obyek wisata bahari yang terletak di bibir pantai barat Kota Bau-Bau yang dengan kekayaan dan keunikannya sebagai satu pantai yang memiliki berbagai keunggulan dalam dunia wisata bahari. Lokasi wisata alam pantai Nirwana yang berada di kelurahan Sula kecamatan Betoambari Kota Bau-Bau selain memiliki panorama alam yang indah juga dapat dimanfaatkan untuk ajang olah raga diving dan therapy untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit.
Jika selama ini, warga Kota Bau-Bau hanya memanfaatkan lokasi Pantai Nirwana sebagai lokasi rekreasi dengan keindahan nyiur dan hamparan pasir putih sepanjang sekitar setengah kilometer kini warga juga dapat melakukan kegiatan penyelaman (Diving).
Hal ini terungkap setelah  mulai tampak aktivitas para turis mancanegara melakukan kegiatan Diving dan pemotretan bawah laut. Keindahan terumbu karang juga menjadi daya tarik tersendiri para turis untuk melakukan kegiatan wisata di Pantai Nirwana.
 
Bagi warga Kota Bau-Bau, Pantai Nirwana tidak hanya sebatas lokasi rekreasi, namun ada yang memanfaatkannya sebagai kegiatan therapy untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti asma dan gangguan saluran pernapasan. Ini hanya dilakukan dengan cara berendam dalam kesegaran air laut Pantai. Meski belum banyak yang mengetahui, namun bagi mereka yang telah mencoba, khasiatnya telah dibuktikan.

Potensi wisata Pantai Nirwana tak cukup dengan pemandangan pantai dan indahnya terumbu karangnya. Namun, tak jauh dari lokasi pantai, juga terdapat sebuah Gua dengan permandian air payau memanjang sekitar 50 meter.
Masyarakat kelurahan Sula menyebutnya Gua Moko yang konon pada masa lalu lokasi ini digunakan sebagai sumber mata air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari hari karena tak pernah kering. Lokasi gua ini berada pada bagian selatan Pantai Nirwana. Untuk menjangkau lokasi hanya dibutuhkan waktu tak kurang dari 10 menit dengan berjalan menelusuri pantai ke arah selatan.
sumber: greatbuton.blogspot.com

Read More..

Mata air Oentogo

Oentogo adalah sumber mata air dalam gua yang disuplai untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat Desa Lontoi dan Desa Kaimbulawa, Siompu. Sumber mata air Oentogo ini, tidak pernah kering. Kualitas airnya menurut penelitian tenaga kesehatan Prvinsi Sultra beberapa waktu lalu, alami dan tidak mengandung zat kapur sehingga bisa langsung diminum (konsumsi), tak perlu dimasak.
Keberadaan Oentogo, kini sudah menjadi tempat berwisata baru bagi masyarakat pulau Siompu. Masyarakat kini berbondong-bondong berwisata ke Oentogo, sekitar dua kilo meter dari Desa Lontoi, dan tida kilo meter dari Desa Kaimbulawa. Pada hari libur, seperti hari Minggu dan hari libur lainnya, ratusan warga se-Pulau Siompu datang bertamasyah di sumber mata air tersebut.

Lokasinya yang cukup strategis, yakni berada di bibir pantai. Selain itu, terdapat pepohonan besar untuk tempat berlindung dan menikmati hawa air laut. Air lautnya cukup dalam bila air pasang dan kering jika musim air laut turun. Di depan sumber mata air itu terdapat batu yang tumbuh di laut, sebagai tempat berenang dan menikmati keindahan bawa laut. Hanya saja sebagian terumbuh karangnya sudah hancur akibat hantaman bom ikan, tapi kini tidak ada lagi penangkapan ikan menggunakan bom atau sejenisnya.
sumber: radarbuton.com

Read More..

Pulau Liwutongkidi

Pulau Liwutongkidi merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Pulau ini merupakan salah satu tujuan wisata sehingga mudah dijangkau dari Pelabuhan Bau-Bau, dengan menggunakan speed boat perjalanan laut sekitar 15 menit.pada tanggal 18 November 2005 ditetapkan Surat Keputusan Bupati Buton No. 578 Tahun 2005 tentang Penetapan Pulau Liwutongkidi sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah.

Pulau Liwutongkidi oleh pemerintah daerah Kabupaten Buton dimasukkan sebagai salah satu kawasan pengembangan terpadu BASILIKA (Batauga, Siompu, Liwutongkidi, dan Kadatua). Tujuannya adalah untuk mengembangkan objek wisata bahari (bawah laut) di kabupaten yang kaya dengan aneka wisata baharinya itu. Diharapkan dengan adanya kawasan BASILIKA, gairah para wistawan untuk berkunjung ke Kabupaten Buton meningkat. Walaupun pulau ini tidak begitu besar bila dibandingkan dengan pulau-pulau lain yang ada di Kepulaun Buton, pulau ini mampu memberikan nuansa yang unik melalui keindahan pantai dan pesona bawah lautnya.
Garis pantai di sepanjang pulau ini dipenuhi hamparan pasir putih yang menakjubkan dan nuansanya menjadi lebih indah ketika berpadu dengan deburan ombak laut yang menyisir pasir tersebut. Di samping itu, kekayaan alam bawah laut yang ada di pulau ini juga menarik untuk dikunjungi. Keanekaragaman terumbu karang dan biota bawah laut berpadu secara teratur dalam simponi keindahan panorama alam bawah laut.











sumber: 
wikipedia-pulau lituwongkidi
dkp.go.id-kab.buton

Read More..

Pulau Siompu

Pulau Siompu adalah salah satu pulau di wilayah Kabupaten Buton, provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.Pulau kecil dengan luas sekitar 56 km persegi itu terletak di barat daya Pulau Buton, berpenduduk sekitar 18.000 jiwa. Hampir seluruh daratan Pulau Siompu merupakan susunan batu kapur yang keras dan tajam. Jika anda ingin menikmati wisata bahari dan budaya maka memilih Pulau Siompu merupakan pilihan yang bagus, di sekitar pulau ini juga terdapat titik-titk penyelaman. 

Obyek wisata yang ada antara lain Pantai Kaewula'a, mata air Oentogo, gua alam dan juga benteng dari jaman penjajahan, hanya saja pengelolaannya yang masih belum maksimal. Buah Khas yang dihasilkan adalah Jeruk Manis Siompu, dapat anda nikmati pada bulan Juni - September, jeruk Siompu sudah sangat terkenal kemanisannya, hanya saja warna kuning kulitnya kurang merata. Produksi jeruk ini juga sudah mulai berkurang tidak seperti dahulu.

Untuk mencapai pulau Siompu anda dapat menggunakan speed boat yang setiap hari pulang pergi dari siompu ke kota Bau-bau tepatnya di pelabuhan jembatan batu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan. Selain itu anda dapat menempuhnya dari pelabuhan Topa menujuh siompu dengan menggunakan kapal kecil (Katinting) dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Setelah sampai di sana anda akan di sambut dengan kerama-tamahan masyarakat siompu yang selalu menghargai setiap tamu yang datang tanpa melihat siapa dan dari mana tamu itu berasal, apakah seorang bule atau wisatawan lokal.

Dari gambar di atas nampak pulau Siompu yang agak besar, pulau Liwutongkidi yang kecil di tengah dan pulau Kadatua di sebelah utara Pulau Liwutongkidi. Ketiga pulau tersebut sangat penuh dengan keindahan panorama bawah laut yang sangat mengagunmkan bagi setiap para penyelam yang gemar menikmati panorama bawah laut.

 Lihat juga Taman Nasional Wakatobi.

Read More..

Pantai Kaewula’a Siompu

Pantai kaewula’a, merupakan pantai yang terletak di pulau siompu, pantai ini mungkin tidak sepopuler pantai-pantai lain yang ada di indonesia, namun keindahan pantai ini tidak kalah dengan pantai-pantai lain, yang masih belum dikelola secara baik, namum ini merupakan tempat rekreasi favorit bagi masyarakat setempat(masyarakat siompu), maka tidak heran orang yang pertama kali berkunjung di pantai ini akan terheran-hearn melihat keindahan pantai serta deburan ombak, ditambah pohon-pohon kelapa yang siap dipanjat untuk dinikmati buahnya.

Bahkan masyakat setempat sering menyebut pulau ini dengan kuta nya siompu,  namun karena promosi yang yang tidak begitu gencar sehingga pantai ini kurang bergaung di masyarakat indonesia pada umumnya. Pulau Siompu memang pulau yang penuh dengan sejuta keindahan, di pulau ini pula tumbuh jeruk siompu yang kesohor sampai di mancanegara, dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata yang menarik yang patut di kunjungi bila berkunjung ke Pulau Siompu.
sumber arikel: siompu.wordpress.com

Read More..

Selasa, 14 Desember 2010

Taman Nasional Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi memiliki luas area sekitar 1.39 juta ha memiliki potensi sumberdaya alam laut yang bernilai tinggi, baik jenis dan keunikannya, yang menyajikan panorama bawah laut yang menakjubkan. Secara umum, perairannya mempunyai konfigurasi mulai dari datar, melandai ke arah laut, dan bertubir curam. Kedalaman airnya bervariasi hingga mencapai 1.044 meter dengan dasar perairan sebagian besar berpasir dan berkarang. Taman tersebut terdiri dari empat pulau besar, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko yang berada di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Pada tahun 1994, beberapa orang yang tergabung dalam tim IPB melakukan survei di Wakatobi. Dari hasil survei yang mereka lakukan tersebut terungkap, bahwa di Wakatobi terdapat beranekaragam kekayaan alam bawah laut, seperti terumbu karang dan aneka binatang laut. kawasan tersebut menyajikan panorama bawah laut yang begitu menawan dan sangat bagus sebagai tempat kegiatan menyelam. Setelah mempelajari dengan seksama hasil temuan tim IPB, Menteri Kehutanan pada tahun 1996 mengeluarkan surat keputusan No.393/Kpts-V/1996 yang menetapkan Wakatobi sebagai taman nasional.

Di taman ini terdapat panorama keindahan alam bawah laut yang memiliki 25 buah gugusan terumbu karang. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai sekitar 112 jenis dari 13 famili yang terletak pada 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai. Di samping keindahan yang disajikan oleh beraneka ragam terumbu karang, taman tersebut juga memiliki ragam spesies ikan. Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan konsumsi perdagangan dan ikan hias.
Selain itu terdapat beberapa jenis burung laut seperti Angsa Batu coklat, Cerek Melayu,Raja Udang Erasia. Ada juga jenis penyu yang sering mendarat di pulau-pulau yang ada di taman nasional yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).

Biasanya, kawanan paus sperma juga berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Pada saat itulah, para monster laut berkumpul. Mengapa disebut moster laut? Karena paus sperma dengan ciri noktah putih berbentuk mirip sperma di kepala itu termasuk dalam ordo Cetacea, yang dalam bahasa Yunani berarti monster laut.

Selain paus sperma, perairan Wakatobi juga dihuni oleh monster laut yang lain. Misalnya, ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa dan bentuknya seperti monster laut. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.

Bagi para wisatawan yang menyukai keindahan alam bawah laut dapat melakukan beberapa kegiatan di Taman Nasional Wakatobi, seperti menyelam, snorkeling dan berenang untuk melihat gugusan terumbu karang yang indah dan warna warni ikan yang sedang menari dan juga menyaksikan berbagai kebudayaan masyarakat setempat.
Pulau Hoga (Resort Kaledupa), Pulau Binongko (Resort Binongko) dan Resort Tamia merupakan lokasi yang menarik dikunjungi terutama untuk kegiatan menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah, dan wisata budaya.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung bisa berangkat dari Kendari ke Bau-bau dengan kapal cepat regular yang beroperasi dua kali setiap hari, dengan lama perjalanan lima jam atau setiap hari dengan kapal kayu selama 12 jam. Dari Bau-bau ke Lasalimu pengunjung bisa naik kendaraan roda empat selama dua jam, lalu naik kapal cepat Lasalimu-Wanci selama satu jam atau kapal kayu Lasalimu-Wanci selama 2,5 jam. Wanci merupakan pintu gerbang pertama memasuki kawasan Taman Nasional Wakatobi. Taman Laut menarik lainnya di Sulawesi adalah Taman Nasional Bunaken. Kunjungi juga Pantai Nirwana di Kota Bau-Bau.
sumber:
wikipedia-taman nasional wakatobi
Situs Balai Taman Nasional Wakatobi
Ikanmania.com


Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...